Nah, pada artikel kali ini saya akan
membahas tentang literasi sekaligus menceritakan sedikit mengenai kunjungan
saya ke sebuah TBM (Taman Baca Masyarakat) di daerah Cilandak, Jakarta Timur.
Mungkin kita sudah sering mendengarkan kata “Literasi informasi” namun
sebenarnya apa sih literasi informasi itu sendiri?. Menurut pemahaman saya,
lliterasi Informasi ialah bagaimana cara kita mendapatkan, menerima, mengelola,
hingga menyebar luaskan informasi tersebut. Mengeapa literasi penting? Karna,
di era digital ini sebagai seorang manusia kita harus mampu mengendalikan
informasi terlebih yang berbentuk digital jangan sampai informasi yang
mengendalikan kita.
Mengutip dari seorang pemilik TBM yang saya
dan kawan-kawan saya kunjungi dalam rangka tugas Manajemen Perpustakaan, Bapak
Yopi Dahlan ia mengatakan “ goals
dari sebuah literasi informasi ialah bagaimana kita mampu menceritakan ulang
serta menulis ulang informasi yang kita terima”. Hal tersebut ia realisasikan
dengan membuat sebuah buku kumpulan karya tulis dari anak-anak yang sering
berkunjung ke TBM miliknya. Memang karyanya belum sebagus penulis hebat, namun
menurut saya dengan hal sekecil itu tentu akan membawa pengaruh yang besar
terhadap potensi anak-anak tersebut nantinya.
Mengingat re-telling dan re-writing merupakan
tujuan utama dari literasi informasi, maka saya dan ke-5 teman saya membuat
sebuah lomba re-teelling dan re-writing tonton untuk para anak-anak
sekitar TBM dari film yang sama-sama mereka tonton. Meskipun kegiatan tersebut
tidak diadakan di TBM melainkan di Masjid dekat TBM, tetap tidak menyurutkan
semangat para anak-anak .
Para anak-anak fokus menonton film yang
menceritakan kisah Rasulullah dan pengemis buta, setelah menonton mereka dibagi
menjadi dua kategori. Yaitu, Re-telling
untuk anak TK sampai kelas 3 SD dan Re-writing
untuk anak-anak kelas 4 sampai 6 SD. Meskipun awalnya malu-malu namun akhirnya
mereka justru berlomba-lomba untuk maju kedepan menceritakan film yang telah
mereka tonton. Dan untuk kategori re-writing
mereka berlomba-lomba bermain dengan kata untuk menuliskan alur cerita film
yang telah mereka tonton.
Memang terlihat sederhana namun secara
tidak langsung kami te;ah mengajarkan bagaimana itu literasi informasi kepada
mereka. Dan mereka sangat antusias untuk menjalankannya. Dan kami harap, semoga
akan semakin banyak anak-anak yang tumbuh cerdas dalam berliterasi.

Wih bagus nih
BalasHapus