Artikel ini membahas konstruksi identitas
seorang wanita Muslim Yordania dimana si tokoh
wanita utamanya bernama Najwa yang tercermin
dalam novel Williw Tree's Do not Weep (2014) karya Fadia
Faqir.
sebagai seorang wanita Muslim Yordania yang
tinggal dalam budaya patriarki yang kuat tanpa tokoh laki-laki dalam
keluarganya, mengkontruksikan identitasnya, terutama saat bepergian ke beberapa
negara yang berbeda termasuk Pakistan, Afghanistan, dan Inggris hanya untuk
menemukan ayahnya.
Cara Najwa Tinggal di negara baru, di mana
dia berinteraksi dengan orang baru dan tenggelam dalam budaya baru, memiliki
dampak yang luar biasa pada dirinya. Selanjutnya konstruksi identitas diri
pasti tak terelakkan. Di sini, Najwa sendiri berusaha untuk bernegosiasi dan
mengartikulasikan identitasnya melalui penampilan dan tingkah lakunya, terutama
dalam praktik dan ritual Islam.
Konsekuensinya, negosiasi dan artikulasi
menjadi dua hal utama dalam konstruksi identitas dirinya. Budaya, bagaimanapun,
menjadi sangat penting untuk identitas. Budaya yang berbeda mewakili identitas
defferent, dan terus berubah saat menyampaikan estafet di tempat tinggalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar